Menghitung Beban Maksimum Aktuator..

Januari 30, 2011 at 7:40 am 1 komentar

Maslah yang sering kita hadapi saat desain otomasi adalah bagaimana kita dapat menghitung beban aktuator. Sehingga kontroler atau driver memiliki kemapuan yang memadahi. Jika beban kita berlebih maka kemungkinan besar adalah driver atau kontroler kita akan terbakar.

Nah untuk itu kita harus inget konsep dasarnya.. yaitu rumus daya. Dimana P=V.I untuk sistem listrik DC sedangkan kalau sisten AC maka P=V.I. cos q. Dimana cos q adalaf faktor daya. Ingat pada DC beban hanyalah R murni sendangkan pada AC beban merupakan akumulasi yang disebut dengan impedans X= xR+xL+xC ( resistif, induktif -lilitan dan kapasitif)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Sebagai misal suatu motor dengan name plate tertulis

 

 

 

 

 

 

 

 

 

artinya

1. Produsen nama dan kode pemesanan produsen-spesifik. Kodeini biasanya akan berisi informasi tentang ukuran frame dan pengaturan pemasangan.
2. Volt Rated – tegangan di titik dimana motor dirancang untukberoperasi dan memberikan kinerja yang optimal.
3. Penuh beban amps -. digunakan untuk memfasilitasi ukurankabel, pemilihan motor starter dan perlindungan.
4. Rated frekuensi dalam Hertz, dan diberi kecepatan bebanpenuh di revs / menit pada frekuensi tersebut.
5. Rated naik temp atau kelas isolasi – Industri spesifikasi standar dari toleransi termal insulasi motor.
6. Rated daya (kW).
7. Sambungan listrik dan parameter operasi terkait – yaitu tigamotor fase dapat dihubungkan dalam sebuah ‘bintang’ (Υ) atau’delta’ (Δ) konfigurasi. Dalam konfigurasi bintang arus mengalirdari suplai berkurang seperti torsi.
8. Faktor daya untuk motor.
9. Kelas Efisiensi – IEC nameplates kutipan peringkat FPD pada beban penuh. Ini adalah ukuran dari seberapa baik motormengubah energi listrik untuk tenaga mekanik.

 

nah yang perlu kita perhatikan khusus adalah no 7. Arus maksimumnya… pada contoh tersebut arus untuk rangkain Start (Y) adalah 8.4 Ampere. Maka apabila kita menggunkan kontroler PLC dengan type output Relay yang spesidikasinya Max Current Output 2 Ampere. Maka PLC tidak kuat langsung mensuplay motor tersebut.. kita perlu menggunkan Relay atau Inverter. tentunya relay harus memliki spesifikasi kontaktor >> dari 8.4 Ampere misal 10 A.

 

 

Entry filed under: Automation. Tags: , , , , , , , .

Inverse COS Inverse SIN Visual Basic VB Jadwal Seminar KP

1 Komentar Add your own

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Blog Stats

  • 12,733 hits

Kategori

Pos-pos Terbaru


%d blogger menyukai ini: